Hanya K-mu yang kusayang
Cuaca panas yang menyengat kota ini membuat hati ingin mencari tempat untuk sekedar berteduh dari terik panas yang menyengat tubuh ini. Akhirnya hati ini menjatuhkan pilihan pada tempat dimana ada penjual es kelapa di pinggiran sungai besar yang membelah dan menjadi ikon kota ini. Di tempat itu, saya tidak hanya sendiri menikmati segarnya es kelapa muda itu, tetapi disamping saya duduk terdapat sepasang kekasih yang sedang asyiknya memadu cinta. Sempat saya mendengar dari kejauhan beberapa kali mereka mengatakan “Hanya kamu yang kusayang”, pastilah hati sang kekasih yang mendengarkannya terasa berbunga-bunga. Namun, pernah kah kita sadar seorang yang mengucapkan tadi benar-benar karena ia memang cinta dan tulus dari hatinya atau kita perlu mencari tahu makna K-mu itu lebih dalam. K-mu disitu jangan-jangan bukan yang dimaksud “anda” atau “engkau” tetapi “K-mu” bisa diartikan sebagai kecantikan-mu, keseksian-mu, kekayaan-mu, kendaraan-mu, dan lain sebagainya. Nah, kalau hal ini yang terjadi pada hubungan sepasang kekasih maka kita perlu memurnikan kembali hubungan kasih-sayang tadi.
Dalam memurnikan kembali hubungan kita dengan pasangan kita, kita bisa melihat atas dasar apa hubungan itu kita bina. Menurut Margaret Clark: ada dua jenis yang mendasari hubungan seseorang yaitu atas dasar “Pertukaran” dan atas dasar “Saling membangun”.
Kalau hubungan kita selama ini didasari atas dasar pertukaran, yang terjadi pada hubungan kita adalah dorongan atau harapan untuk mendapatkan keuntungan balik dari apa yang sudah kita berikan. Ketika harapan untuk mendapatkan keuntungan dari sebuah hubungan tidak tercapai maka sang kekasih tadi akan mengakhiri hubungannya. Sedangkan hubungan yang didasari atas saling membangun, yang terjadi pada hubungan kita adalah dorongan atau harapan untuk saling memenuhi kebutuhan pasangan dan menghindari hitungan untung-rugi dari sebuah hubungan. Sang kekasih tidak akan membedakan usaha dirinya atau pasangannya untuk keuntungan bersama dan makna K-mu tadi adalah “kita” bukan “kamu” dan “aku” lagi.
Namun demikian, dalam diri pasangan yang bersifat romantis baik tingkat pacaran atau perkawinan, dua relasi itu selalu ada. Tetapi, intensitas pada masing-masing pasangan berbeda-beda. Setiap pasangan, bahkan yang menikah bertahun-tahun, tetap terdiri dari dua orang yang sangat mungkin mempunyai pemikiran dan perasaan yang berbeda

terlalu berat untuk aq pahami.. maaf sul, bujuran aq kada ngerti.. soalnya kada pernah merasakan pank.. kena kalo sudah merasakan bisa aq mengerti ja apa jar ikam tuh…
ini bahan psikolog cintakah….ikam dah merasakan belum nih????
Akhirnya…
nyambung punya syafwan … Akhirnya.. posting…
Menyambung Syafwan dan Dillah
Juga….
berat…berat……
nyambung syafwan, dillah, wawan
akhirnya.. posting.. juga.. syamsul..
whuzz..ngaciirrrr..
bagiku cinta tidak untuk dipahami tapi justru untuk dicintai (pusing akh…)
Nah ia to.. Posting, jgn beralasan kehilangan Password terus…
hmm… dokter cinta kah neh ??
periksa akan pak dok, hubungan ku neh atas dasar pertukaran atau saling membangunkah ??
@ Viana :klo mau periksa penyakit cinta mu tidak cukup sekali-dua kali konsultasi, tapi harus rutin konsul nya karena penyakit cinta itu bisa menyerang kapan pun.
aku pada istriku berdasarkan pertukaran, ia padaku saling membangung.. bingung deh jadinya..
cinta itu emang begitu2 aza…….
tukeran link yuk………..
wihhh.. suka berpuisi ria nic….to romantis2 an..
met lebaran ,mohon maaf lahir dan bathin,minta halal,minta ridho dan juga minta ZAKAT NYA muhahahah ….
it just kidding